BREAKING
  • Wisata pasar terapung muara kuin di Banjarmasin

    Pasar Terapung Muara Kuin adalah Pasar Tradisional yang berada di atas Sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

  • Perayaan Cap Gomeh di kota amoy

    Singkawang adalah merupakan kota wisata di kalbar yang terkenal . salah satu event budaya yang selalu digaungkan untuk mempromosikan kota ini adalah event perayaan Cap Gomeh.

  • Sumpit Senjata Tradisional Suku Dayak

    Sumpit adalah salah satu senjata berburu tradisonal khas Suku Dayak yang cara menggunakannya dengan cara meniup anak damak (peluru) dari bilah kayu bulat yang dilubangi tengahnya.

  • Ritual Menyambut Tamu Suku Dayak

    Ritual ini di lakukan pada saat suku Dayak menyambut tamu agung dengan memberi kesempatan sang tamu agung untuk memotong bulu dengan Mandau

Sunday, September 25, 2011

Bawang Dayak sebagai Obat Anti Kanker

Bawang Dayak mempunyai nama latin Eleutherina americana. Dikenal juga dengan sebutan bawang mekah, bawang seberang atau bawang arab. Bawang Dayak merupakan obat alamiuntuk mengatasi berbagai penyakit degeneratif. Bawang Dayak adalah salah satu spesies tumbuhan berbunga dan berumbi di hutan Kalimantan yang biasa digunakan oleh masyarakat pedalaman menjadi obat/ramuan tradisional.

Bawang Dayak secara empiris banyak digunakan dalam pengobatan herbal dan terbukti berhasil dengan baik dalam proses penyembuhan. Pengalaman menunjukkan tanaman ini dapat meningkatkan efek farmakologi khasiat tanaman herbal lain.

Bawang Dayak ini tumbuh di pegunungan pada ketinggian 600 – 2.000 m dpl. Di Kalimantan Barat bawang dayak ditanam pada ketinggian 1 – 200 m dpl, dengan pH tanah 6 – 7.

Tanah Subur dan struktur remah, kandungan bahan organiktinggi, pertanaman terluas dilakukan di lahan gambut dengan produksi yang cukup baik dapat mencapai 5 ton/ha. Bagian yang ditanamadalah umbinya dan yang bermanfaat sebagai obat kanker payudara. Selain itu daunnya juga bermanfaat sebagai pelancar air susu ibu (ASI). Bentuk dan warna bawang ini mirip dengan bawang merah.

Bagian bawang membentuk rumpun, termasuk tanaman perdu. Dalam waktu 6 bulan umbi sudah bisa diambil dengan tinggi sekitar 20 cm. Tanaman ini menghendaki tanah yang gembur subur dengan campuran bahan organik dengan jarak tanam 15 x 20 cm. Bawang dayak ini dapat dipanen dengan tanda tanaman sudah mengeluarkan bunga.

Bawang dayak mempunyai kandungan kimia yang terdiri dari senyawa-senyawa Alkaloidd, Saponon Triterfenoid, Steroid, Glikosida, Tanin, Fenolik dan Flavonoid.

Dari pengalaman beberapa penderita kanker payudara, benjolan sebesar kelereng dapat disembunyikan dengan mengkonsumsi bawang dayak.

Bawang dayak dikombinasi dengan tanaman herbal lain (kunyit putih atau mahkota dewa) terbukti mampu mengatasi berbagai penyakit antara lain keluhan prostat, kanker kista, payudara/rahim, gangguan haid, asam urat, nyeri otot dan sendi (arthritis), nyeri pinggang, dispepsia (nyeri, mual, kembung), radang usus, maag, gastritis, gangguan lever, dan hepatitis, gangguan kemih (tidak lancar, nyeri/anyang-anyang, berdarah), diabetes, hipertensi, obesitas (kegemukan), gangguan seksual (lemah syahwat, ejakulasi dini, kurang gairah), ashma/bronkhitis, sinusitis, tonsilitis, gondok, pengapuran, menghambat proses penuaan dan peremajaan sel-sel dan metabolisme dalam tubuh, meningkatkan stamina dan vitalitas (olah raga/bekerja), daya tahan tubuh, serta berkhasiat sebagai anti infeksi, anti bakteri, anti radang serta membersihkan darah.

Cara pemakaian untuk kanker :

1. Cuci 5 – 7 siung bawang dayak diiris tipis, direbus dengan 5 gelas air tinggal 3 gelas.

2. Air diminum 3 x sehari

3. Untuk hari ke – 2, rebusan dapat ditambah air dan direbus kembali.

4. Untuk penyembuhan kanker payudara dilakukan dengan mengkonsumsi selama 40 hari berturut-turut dan jika belum sembuh dapat dilanjutkan seminggu kemudian, selama 40 hari lagi.

5. Selama pengobatan dihindari memakan makan berupa vetsin, lemak, daging dagingan, dan yang mengandung fermentasi seperti tape, tempe, dan soft drink mengandung alkohol, dan gas.

Wednesday, September 14, 2011

Tempoyak, masakan lezat berbahan durian

Tempoyak, masakan lezat berbahan durian Tempoyak adalah bumbu masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Dapat dimakan langsung, menjadi bumbu masakan atau bisa juga menjadi teman nasi. Di Indonesia, tempoyak ini dijumpai di Sumatera dan Kalimantan, biasanya di buat oleh orang-orang Melayu dan juga Dayak. Di Malaysia, tempoyak banyak dijumpai dan biasa menjadi bahan masakan pelengkap seperti sambal. Dulu ketika masih kost, temanku yang orang Dayak Kalbar pulang dari kampungnya membawa tempoyak di botol aqua, bau durian agak asem. Rasanya enak, manis agak asem dan agak asin. Kalau digoreng, mengeluarkan bau harum sekali. Bagi yang alergi bau durian, mungkin ini akan menyiksanya. Cara membuat Siapkan daging durian bisa durian lokal atau bisa juga menggunakan durian monthong namun kurang bagus karena terlalu banyak gas dan air. Pilih durian yang sudah masak benar, biasanya yang sudah nampak berair. Pisahkan daging dari biji. Beri garam sedikit. Bisa ditambah cabe rawit yang bisa mempercepat proses fermentasi. Namun proses fermentasi tidak bisa terlalu lama karena akan mempengaruhi rasa akhir. Simpan dalam tempat yang tertutup rapat. Usahakan disimpan dalam suhu ruangan. Bisa juga dimasukkan ke dalam kulkas (bukan freezernya) namun fermentasi akan berjalan lebih lambat. Tempoyak yang berumur 3-5 hari cocok untuk dibuat sambal karena sudah masam namun masih ada rasa manis di sana.
Sambal tempoyak
Bahan-bahan :
– Tempoyak
- Bawang merah, haluskan
– cabe merah, haluskan
– Gula pasir – Garam
– Tomat merah
- Minyak goreng untuk menumis
- Teri basah (optional)
Cara membuat:
– Tumis bumbu halus (bawang merah dan cabe merah) sampe harum.
– Masukkan tomat, aduk sampe layu. masukkan teri basah. aduk rata.
– Masukkan garam dan gula pasir. aduk rata.
– Masukkan tempoyak. aduk rata sampai masak (biasanya meletup letup dan wangi).
- Angkat dan sajikan.
Gulai Tempoyak Ikan Tenggiri
Bahan-bahan:
2 ons tempoyak
2,5 ons daging ikan tenggiri
Cabe
Bumbu untuk membuat gulai lengkap
Santan kelapa
Cara membuat:
Bumbu gulai digiling halus
Santan kelapa dimasak hingga mendidih
Masukkan bumbu2 halus tadi, daging ikan dan tempoyak Masak hingga matang, Angkat dan hidangkan
Sambal Tempoyak Udang Petai
Bahan-Bahan:
1 mangkuk tempoyak
1 mangkuk udang basah
1 mangkuk santan
1 mangkuk air
1 mangkuk petai buang kulitnya
20 biji cabe merah besar
1 potong kunyit
5 helai daun kunyit – diiris
Sebiji bawang besar diiris
Sedikit garam
Cara membuat:
Cabe merah dan kunyit ditumbuk hingga halus Masukkan ke dalam kuali bersama tempoyak, santan dan air. Masakkan hingga mendidih. aduk rata Masukkan udang, petai dan bawang. Masukkan garam dan masak hingga agak pekat. Aduk selalu agar masak merata Angkat dan siap dihidangkan
Pepes Tempoyak Ikan Patin
Bahan:
1 ekor ikan patin segar, bersihkan (kalo bisa yang masih hidup), belah 2 bagian
2 btg serai dipekprek
2 lbr daun salam 6 cm
laos, dipekprek bagi 2
4 lbr daun pisang utk pembungkus ( 1 bagian ikan dibungkus 2 lembar)
4 bh tusuk sate kecil / lidi (untuk penyemat)
Tempoyak secukupnya
Bahan untuk dihaluskan :
10 bh cabe merah + 5 bh cabe rawit 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 6 btr bwg merah 1 btr bwg putih Garam, gula, boleh ditambah penyedap rasa sedikit saja
Cara membuat:
– Haluskan bahan-bahan di atas, lalu ambil sedikit tempoyak yg sudah jadi, campurkan dengan bumbu halus itu.
– Cicipi, sudah pas atau tidak, manis dan asinnya (pasti asamnya sudah pas karena dari tempoyaknya)
– Ambil 2 lembar daun utk membungkus taruh bumbu halus, lalu taruh 1 bagian ikan, lumuri lagi ikan dengan bumbu, beri 1 btg serai, 1 lbr salam, lalu bungkus dan sematkan lidi.
– Lakukan yg sama dengan 1 bgn ikan yg lain, jadi bumbu halusnya dibagi 2 saja.
– Diamkan semalaman di kulkas, besoknya, dikukus sampai matang +/- 20 menit, api sedang, lalu taruh di teflon,
panggang sebentar saja, agar kering, siap dihidangkan.
Selamat mencoba
Masak Ikan Patin Tempoyak (ala malaysia)
Bahan-bahan:
Satu ekor ikan patin, ukuran sedang
2 ruas kunyit, ditumbuk halus
6 biji bawang merah, ditumbuk halus
15 biji cabe rawit, ditumbuk halus
2 senduk tempoyak
1 biji timun cina, dipotong dadu
2 ikat daun kesum
2 ikat bunga kantan sedikit asam keping
3 cawan air atau tergantung selera
garam secukupnya
gula secukupnya
Cara membuat:
– Ikan disiang dan dilumuri dengan asam jawa & jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis ikan selama 1 jam. – Kunyit, bawang merah dan cabe rawit ditumbuk halus dan dicampurkan dengan tempoyak, aduk rata.
– Masukkan ke dalam kuali yang sudah diisi air, aduk hingga rata.
– Masukkan asam keping,
– Masak di atas api selama 3 menit, lalu masukkan ikan yang terlebih dahulu dibersihkan
- Masukkan bunga kantan, daun kesum dan timun cina dan garam,
- Kalau terlalu pedas, dapat ditambahkan gula sedikit.
(untuk 4 org makan)
Sambal Udang Tempoyak Durian
Bahan:
20 buah udang ukuran sedang dibersihkan
2 sendok sayur cabe yang sudah dihaluskan
2 sdm Tempoyak Duren
6 buah cabe rawit utuh
3 siung bawang Putih haluskan
1 sdm gula putih Minyak secukupnya
Garam secukupnya
Cara membuat:
– Campur bawang putih yang sudah digiling dg cabe halus,
– Goreng udang sampai berubah warna dan angkat,
– Masukkan bawang putih yg sudah tercampur dg cabe di minyak sisa penggorengan Udang,
- Masukkan udang, tempoyak, gula dan garam.
- Masak hingga matang, agak pekat
- Angkat dan siap dihidangkan
Sambal Tempoyak (Masakan Tradisonal Bengkulu)
Bahan:
* Tempoyak 200 gram
* 5 butir bawang merah
* 2 cm kunyit
* 2 cm lengkuas
* 1 tangkai serai, dimemarkan
* 250 gram udang, kerat punggungnya
* 500 ml santan
* 1/2 sendok teh garam
* 1/4 sendok teh gula
Cara membuat : – Haluskan bawang merah, kunyit, dan lengkuas lalu aduk dengan bahan lainnya
- Didihkan sampai matang
Ayam Masak Tempoyak (ala malaysia)
Bahan-bahan:
½ ekor ayam
3biji bawang merah
4 sudu besar tempoyak
½ inci kunyit
10 biji cabe rawit
Garam secukupnya
Sehelai daun kunyit
Penyedap rasa secukupnya
Cara membuat:
– Potong ayam, bersihkan dan rebus selama 10 menit
- Kisar bawang, tempoyak, kunyit dan cili api,
– Apabila ayam sudah empuk, masukkan bahan yg telah dikisar.
– Masukan garam dan daun kunyit, biarkan pekat dan bolehlah dihidang.
Sambal Tempoyak Ikan Bilis
Bahan:
100g ikan bilis
3 sendok tempoyak
2 sendok minyak goreng
Garam secukupnya
Bahan sambal:
10 buah cabe rawit
2 sendok saus cabe
2cm potong kunyit,haluskan
2 tangkai lemon grass, hancurkan
2 sendok santan kelapa
10 biji petai dibuang kulitnya
Cara membuat:
- Buang kepala dan isi perut ikan bilis, cuci dan rendam 10 menit
- Goreng hingga agak kering
- Campurkan 2 sendok tempoyak, santan dan semua bahan sambal.
– Tumis bahan sambal, tambahkan lemon grass sampai harum
- Masukkan sisa tempoyak (yang 1 sendok lagi), masak sampai mendidih dan agak pekat.
- Boleh ditambahkan garam atau penyedap rasa secukupnya
– Hidangkan bersama ikan bilis yang telah digoreng kering
Ikan Bakar Tempoyak
Bahan-Bahan:
5 Ekor Ikan Kembung
7 biji cabe rawit
3 biji bawang merah
1 biji bawang putih
Garam secukupnya
Serbuk kunyit secukupnya
2 sendok besar tempoyak (atau secukupnya)
5 helai daun kunyit
1 helai daun pisang
Cara membuat:
Cabe rawit,bawang merah,bawang putih ditumbuk halus.Campurkan garam, serbuk kunyit dan tempoyak aduk atau ulek sampai rata. Letakkan ikan di atas sehelai daun kunyit, oleskan bahan yang sudah dihaluskan tadi secara merata pada ikan, lalu gulung. Letakkan gulungan ikan ke atas bara api, alasi dengan daun pisang. Bakar sampai matang
Catatan: Boleh juga membakar ikan tadi di dalam kertas alumunium atau dalam microwave.
Daun Singkong Masak Tempoyak
Bahan-Bahan:
5 ikat pucuk singkong (direbus dan dipotong-potong)
130 gm udang basah yang telah dibersihkan
2 liter santan
100 gm tempoyak
2 helai daun kunyit (dihiris halus)
Garam & penyedap rasa secukupnya
Bahan-bahan dihaluskan: 40 gram bawang merah 25 gram kunyit 1 ikat serai, dimemarkan 10 gram cabe rawit Cara membuat: Masukkan semua bahan-bahan di dalam panci kemudian jerangkan di atas api yang sedang sambil diaduk hingga mendidih dan pekat.
Ikan Betutu Masak Tempoyak
Bahan-Bahan:
Seekor ikan betutu – ukuran sedang
60 gram tempoyak
4siung bawang putih – diiris
2 siung bawang besar – diiris
1 buah tomat – di potong jadi empat
2 biji cabe merah – dibelah dua
1 batang serai – dimemarkan
1 keping asam keping
1 sudu serbuk kunyit
6 biji cili padi – ditumbuk
½ biji kelapa – diambil santannya
Garam dan gula secukupnya
Cara:
Tumis bawang putih dan bawang besar yang telah dikisar sehingga garing. Masukkan air dan biarkan mendidih. Masukkan serai, asam keping, tempoyak, tomato, cili merah, santan, garam dan gula secukupnya dan biarkan beberapa menit. Masukkan ikan dan kecilkan api. Masak hingga matang. Setelah ikan masak, angkat untuk dihidangkan.
Tempoyak Jantung Pisang
Bahan-Bahan:
1 biji jantung pisang, ukuran sedang, iris tipis
3 helai daun kunyit – diiris
1 mangkuk santan kental
1 mangkuk tempoyak
Garam secukupnya
Gula secukupnya (jika dirasa terlalu masam akibat tempoyak atau terlalu pedas)
Bahan untuk haluskan:
10 biji cabe rawit
1 batang xabe merah
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
½ inci kunyit
1 batang serai, dimemarkan
Cara membuat:
Masukkan bahan yang telah dihaluskan dan santan kedalam kuali / panci – didihkan. Masukkan tempoyak, aduk rata. Masukkan jantung pisang dan garam. Aduk dan biarkan hingga kental. ==============
Pepes Ikan Mas Tempoyak
Bahan
1 ekor ikan mas
3 sendok makan santan kental
Daun pisang untuk pembungkus
1 ons tempoyak Bumbu
20 buah cabe rawit
10 buah cabe merah
1 ruas jari kunyit
1 batang serai Daun salam,
daun kunyit secukupnya
Garam dan bumbu penyedap secukupnya
Cara membuat – Bersihkan ikan, cuci lalu ditiriskan. – Kunyit, serai, cabe merah, cabe rawit digiling halus Lalu campurkan dengan tempoyak, santan kental, bumbu penyedap, daun kunyit dan daun salam. – Campurkan ikan dengan bumbu-bumbu tersebut lalu bungkus dengan daun pisang – Bakar dengan api arang sampai matang – Keluarkan dari daun, dihidangkan dengan piring ceper.

Thursday, August 25, 2011

Buah Langir



Buah Langir bisa di jadikan shampo oleh orang tua kita jaman dulu, buah ini juga bisa di gunakan sebagai obat-obatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit gatal-gatal.

Sebagian Warga Singkawang Panik

RETAKAN-BANGUNAN.jpg
TRIBUN PONTIANAK/PRAYUDI
Seorang pegawai menunjuk retakan dinding bangunan akibat getaran gempa di Bengkayang, Kalbar, Rabu (24/8).
TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Getaran gempa susulan, Rabu (24/8) malam, sempat membuat panik warga Kota Singkawang.

Akong yang tinggal di sekitar Taman Rekreasi Sinka Island Singkawang, sontak panik begitu merasakan getaran sekitar pukul 23.55 WIB. Kala itu Akong sedang menunggu tambak udang, tak jauh dari rumahnya.

Sebelumnya, getaran gempa terasa di wilayah Kabupaten Pontianak. Gempa susulan itu, bahkan sempat membuat Hakim Victor langsung lari keluar kamar tidur.

"Tadi sempat ada getaran seperti kendaraan berat melintasi jalan, sekilas saja. Tak ada goncangan sampai barang terjatuh," kata Akong kepada Tribun Pontianak,co.id.

Kendati sempat panik, pelahan-lahan warga setempat tenang kembali. "Tak semua warga merasakan ada getaran," kata Akong.

Harun yang sedang berada di Sungai Garam mengaku merasakan getaran sekitar pukul 23.00. "Getaran gempa tak terlalu lama, hanya sebentar. Saya juga dapat informasi dari teman-teman, bahwa gempa juga terjadi di rumah mereka," tutur warga Singkawang ini. (sgt/shr)

Editor : albert

Wednesday, August 24, 2011

Lomba Esai Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011

Panitia Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011

Salam Budaya,

Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX tahun 2011 (PSBDK) akan segera dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 20 – 22 Oktober 2011. Dalam rangkaian awal kegiatan tersebut, Panitia PSBDK IX bekerjasama dengan Lembaga Studi Dayak Yogyakarta mengadakan Lomba Esai dengan tema“Keunikan Budaya Dayak dimata Generasi Muda”. Lomba ini diselenggarakan untuk membangkitkan minat menulis, meneliti serta menggemari kebudayaan, khususnya budaya Dayak di kalangan generasi muda dan mahasiswa.

Berikut syarat dan ketentuan lomba:

1. Tema

“Keunikan Budaya Dayak dimata Generasi Muda”

Peserta dipersilakan mengembangkan tema sekreatif mungkin dengan berbagai sudut pandang, minat, penguasaan materi serta referensi. kreatifitas, sudut pandang dan aktualitas akan menjadi unsur penilaian.

2. Syarat dan Ketentuan Lomba

a) Peserta adalah mahasiswa dari berbagai kalangan yang sedang menempuh studi Diploma dan Strata Satu (mahasiswa aktif)

b) Dikuti oleh peserta perorangan atau kelompok (maksimal 3 orang)

c) Tulisan berbentuk esai dan belum pernah dipublikasikan (keaslian karya menjadi tanggungjawab peserta lomba)

d) Panjang tulisan 4 - 6 halaman

e) Menggunakan kertas ukuran A4

f) Ditulis menggunakan komputer memakai huruf Times New Roman ukuran 12 diketik dengan spasi 1,5

3. Aspek Penilaian

a) Kesesuaian dengan tema

b) Kedalaman unsur budaya Dayak yang ditonjolkan

c) Kejelasan ide (gagasan) yang ingin disampaikan

d) Kesesuaian isi dengan tema dan judul

e) Sistematika penulisan

4. Pengiriman Tulisan

a) Tulisan dikirim via pos ke alamat: Asrama Kalimantan Barat IV “JC. Oevaang Oeraay”, Jl. Kepuh, Gondo Kusuman III/1109 klitren, Yogyakarta 55222 serta email panitia: esai_psbdkix@yahoo.co.id dengan menggunakan format PDF

b) Batas akhir penerimaan tulisan di panitia pada 13 Oktober 2011 cap pos

c) Tulisan disertai nama penulis, fotokopi bukti diri (Kartu Tanda Mahasiswa), alamat domisili, serta nomor telepon/handphone

5. Pemenang dan Hadiah

a) Panitia menetapkan Juara I, II, III akan diberikan hadiah berupa uang tunai dan sertfikat:

Juara I : Rp. 750.000,-

Juara II : Rp. 550.000,-

Juara III : Rp. 350.000,-

b) Penentuan pemenang lomba akan diumumkan pada malam Penutup Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan IX 2011 (22 Oktober 2011)

c) Karya-karya terbaik menurut dewan juri (termasuk juara) akan diterbitkan dalam sebuah buku

d) Buku yang diterbitkan akan menjadi hak karya panitia

e) Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

f) Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia dengan contact person

Sdr. Michael Yoga Anes (08122791613)


Tertanda

Panitia PSBDK IX 2011

sumber : www.lembagastudidayak.blogspot.com

Friday, August 12, 2011

Aman-Jatam Peringati Hari Masyarakat Adat Sedunia

SAMARINDA - Alinasi Masya-rakat Adat Nusan-tara (Aman) Kal-tim dan Jaringan Advokasi Masya-rakat Tambang (Jatam) Kaltim menggelar peri-ngatan Hari Masyarakat Adat Sedunia pada 9 Agustus 2011 di Kampung Muara Tae Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Peringatan tersebut sebagai wujud perhatian dan perwu-judan terhadap Hari Masyarakat Adat Sedunia dicanangkan Perserikatan Bang-sa-Bangsa (PBB) sejak 1994. Demikian diungkapkan Dinamisator Jatam Kaltim Kahar Al Bachri didampingi Margareta Setting dari Aman Kaltim saat ditemui Koran Kaltim siang kemarin.

“Masyarakat adat merupakan komunitas pertama yang terpinggirkan oleh industri ekstraktif. Karena itu pada 9 Agustus merupakan momentum bagi masyarakat adat di seluruh dunia memeringatinya dengan menggelar berbagai macam kegiatan. Seperti mengevaluasi gerakan mereka, menyerukan tuntutan mereka kepada dunia untuk memahami kondisi dan mengakui eksistensi mereka,” jelas Kahar.

Bahkan Kampung Muara Tae menjadi pusat pelaksanaan peringatan Hari Masyarakat Adat di Kaltim itu merupakan salah satu anggota Aman Kaltim. Karena masyarakat di desa itu berjuang dalam Kelompok Sempekat Pesuli Lati Tana Adat Takaq yang bertekad menjaga dan melestarikan hutan dan adat Dayak Benuaq.

“Muara Tae merupakan gambaran umum mewakili kondisi kesengsaraan, ketertindasan dan kemiskinan melingkupi masyarakat adat di Kaltim di tengah aksi pengerukan kekayaan alam oleh investor raksasa masuk ke kampung mereka. Bahkan di desa itu terdapat dua investor asing berskala internasional telah lama mengeruk kekayaan alam di kampung itu yakni perusahaan tambang batu bara PT Gunung Bayan dan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Lonsum,” ungkapnya.

Kondisi dialami warga desa yang dijanjikan kesejahteraan dari perusahaan nampaknya tak hanya mengancam mereka secara ekologi melainkan secara sosial budaya. Sebab berbagai permainan politik lokal mengancam kedaulatan mereka terhadap wilayah diwariskan nenek moyangnya.
“Atas nama pembangunan, cara pandang itulah yang acapkali disuarakan kala sebuah perusahaan mendapat izin operasi di sebuah kawasan. Sebuah kawasan terlihat ramah dan bersahabat bagi mereka menginginkan modernitas dan perubahan secara cepat. Namun menolak rencana beroperasinya sebuah perusahaan sama saja dengan tak menghendaki terjadinya pembangunan di wilayah tersebut. Hal ini berarti bagi pemerintah kampung sama saja melawan atasannya namun di balik langkah prestisius tersebut negara selalu mengabaikan dampak sosial, lingkungan serta budaya atas izin telah mereka terbitkan,” urainya.
Ia menjelaskan PT Gunung Bayan Pratamacoal (GBPC) tergabung dengan PT Bayan Resourches adalah salah satu aktor yang turut memberikan kontribusi besar akan kehancuran di kawasan tersebut. Operasionalnya berdampingan dengan PT Lonsum merupakan perusahaan kelapa sawit. Kedua perusahaan ini telah mengambil 60 persen wilayah kelola masyarakat adat Kampung Muara Tae. “Gunung Bayan ini perusahaan PKP2B generasi kedua yang mendapat izin seluas 24.055 hektare selama 30 tahun dari pemerintah pusat. Izin itu diterbitkan sejak 1994. Kerakusan tambang tak hanya terhadap lahan tapi juga berimbas pada air. Kondisi ini berawal dari perusakan kawasan tangkapan dan resapan air digali batunya kemudian dilanjutkan kebutuhan air dalam jumlah besar untuk mencuci batu bara tersebut. Potret buram hancurnya sumber penghidupan warga bisa terlihat dari Sungai Nayan yang nasibnya semakin terancam. Padahal sungai itu salah satu sungai besar melintasi perkampungan Muara Tae dan kehadirannya sangat berperan penting. Selain menjadi sarana memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, cuci dan kakus serta kebutuhan memasak dan minum hingga ritual adat. Tapi kondisi itu sirna dan rusak serta air yang ada tak bisa dikonsumsi warga karena tercemar akibat aktivitas pertambangan batu bara tersebut,” katanya.
Margaretha Setting menambahkan penyebab sungai tersebut tak dapat dikonsumsi karena air Sungai Nayan tercemar air asam tambang. Hal Ini tak mengherankan jika sehari-hari warga dengan mudah bisa melihat kapur yang ikut larut di sungai. Sedangkan daya dukung Sungai Nayan semakin menurun tak lain akibat anak sungai yang menjadi sumber mata air dari Sungai Nayan ikut dihancurkan dan berganti menjadi lubang tambang.
“Mata air Telaga One, Telaga Batu, Sungai Jebor, Sungai Tengeliwas dan anak Sungai Telonyok telah diluluhlantakkan sejak kehadiran GBPC . Kini masih ada empat sumber air tersisa yakni Sungai Olukng, Gunung Mani, Gunung Penawang dan Sungai Melinau. Namun keberadaannya terancam atas rencana hadirnya tambang baru bernama PT Gemuruh Perkasa,” ungkap Margaretha.

Dampak dari kondisi itu menyebabkan Kaltim sebagai lumbung energi nasional diibaratkan seperti ayam mati di lumbung padi. Karena kehadiran PT Gunung Bayan tak menyelesaikan krisis energi dihadapi warga kampung. Melainkan membagi hasil produksinya untuk menerangi empat kampung dan sekitarnya yakni Desa Muara Tae, Gunung Bayan, Lempunah, Muara Nayan. Untuk menerangi negeri orang yang justru menjadi perhatian perusahaan ini. Setiap tahunnya GGBPC mengekspor 4 juta ton ke Jepang, Cina, Korea Selatan, India, wilayah Asia Tenggara serta Eropa. Kemudian India merupakan negara paling banyak memakai batu bara GBPC dengan persentase 26,4 persen. Ketimpangan memang terjadi dengan kampung di desa tersebut masih gelap gulita dan belum bisa menikmati penerangan listrik. Hal itu diatasi warga dengan menggunakan mesin genset dan harus merogoh kocek Rp8 ribu untuk BBM. “Selain terjadi gelap gulita kemerosotan pangan dan generasi suram juga terjadi. Dengan kawasan kelola tersisa hanya 40 persen praktis membuat warga Muara Tae menggantungkan kebutuhan pangannya dari luar. Tentu saja ini memengaruhi asupan gizi seharusnya terpenuhi di kampung ini. Sementara jaminan perlindungan warga akan kesehatan seringkali diabaikan pihak perusahaan. Ke depan 40 persen kawasan kelola masih tersisa akan digarap oleh PT Gemuruh Perkasa dan PT Borneo Surya Mining Jaya. Namun tak dilakukan evaluasi dampak dari kerusakan dan kehancuran telah ditimbulkan. Pemkab Kubar justru menerbitkan izin baru di kampung ini. Bahaya akan mengancam,” katanya. (ca)


sumber : www.korankaltim.co.id
 
Copyright © 2009-2013 Cerita Dayak. All Rights Reserved.
developed by CYBERJAYA Media Solutions | CMS
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Flickr YouTube