BREAKING
  • Wisata pasar terapung muara kuin di Banjarmasin

    Pasar Terapung Muara Kuin adalah Pasar Tradisional yang berada di atas Sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

  • Perayaan Cap Gomeh di kota amoy

    Singkawang adalah merupakan kota wisata di kalbar yang terkenal . salah satu event budaya yang selalu digaungkan untuk mempromosikan kota ini adalah event perayaan Cap Gomeh.

  • Sumpit Senjata Tradisional Suku Dayak

    Sumpit adalah salah satu senjata berburu tradisonal khas Suku Dayak yang cara menggunakannya dengan cara meniup anak damak (peluru) dari bilah kayu bulat yang dilubangi tengahnya.

  • Ritual Menyambut Tamu Suku Dayak

    Ritual ini di lakukan pada saat suku Dayak menyambut tamu agung dengan memberi kesempatan sang tamu agung untuk memotong bulu dengan Mandau

Showing posts with label Kuliner Dayak. Show all posts
Showing posts with label Kuliner Dayak. Show all posts

Thursday, February 14, 2013

Persatuan Olahraga Sumpit Kalbar adakan Workshop

Laporan Andreas Aan, Kontributor di Kalimantan Barat
Dalam rangka mengenalkan olahraga sumpit ke masyarakat luas, dan mengangkat level olahraga sumpit ke tingkat yang lebih tinggi seperti cabang-cabang olahraga populer lainnya. Persatuan Olahraga Sumpit Kalimantan Barat bekerja sama dengan PNPM Mandiri "Pabayo Gagas" Bagak Sahwa dan Gerakan Peduli Masyarakat (GPM) Kota Singkawang mengadakan workshop dengan tema " Olahraga Sumpit Menuju PON dan OLIMPIADE". 

Workshop dilaksanakan pada hari Sabtu malam tanggal 2 Februari 2013 bertempat di Parauman Dayak Salako Nyarumkop, Kota Singkawang. Sebagai pembicara Leo Dedy Anjiu, ST, MT dengan Moderatornya Andreas Aan, AMd. para peserta yang hadir berasal dari atlet sumpit Persatuan Olahraga Sumpit Kota Singkawang, Persatuan Olahraga Sumpit Kota Pontianak, Persatuan Olahraga Sumpit Kabupaten Sambas, Persatuan Olahraga Sumpit Kabupaten Sanggau, Persatuan Olahraga Sumpit Kabupaten Bengkayang, Persatuan Olahraga Sumpit Kabupaten Sekadau, Team Sumpit Alas Kusuma (Tosaka) Kubu Raya dan Kontingen sumpit dari Kabupaten Sintang. 

Kegiatan yang baru pertama kalinya diadakan ini dimulai dengan sambutan dari Marsianus Kodim sebagai Ketua GPM Kota Singkawang dan dilanjutkan oleh Paulus Ricky mewakili PNPM Mandiri "Pabayo Gagas" Bagak Sahwa. dengan diadakannya workshop ini Dedy berharap Olahraga Sumpit sudah tidak lagi hanya sebagai olahraga yang bersifat tradisional, yang cuma ada pada event-event budaya dayak saja, namun lebih dari itu olahraga sumpit sudah harus mendunia seperti cabang-cabang olahraga yang lebih dulu populer. 

Untuk di luar negeri sudah ada induk organisasi olahraga sumpit atau yang lebih umum dikenal sebagai blow gun, seperti di Amerika Serikat yaitu American Metis Blowgun Association (AMBA), di Prancis induk organisasinya FSBA (France Sport Blowgun Association) di Jerman sendiri namanya Deutscher Sport Blasrohr Verein (DSBV), dan masih banyak lagi Negara di Eropa yang sudah ada Induk Organisasinya seperti di Australia, Belanda, Belgia. untuk di Asia dijepang dikenal dengan IFA (International Fukiyado Association), di China ada CSBA (China Sport Blowgun Association) dan dimalaysia dikenal dengan MSBA. 

Untuk di Indonesia kita belum ada induk organisasinya dan ini yang menjadi kendala kita untuk berkembang, karena untuk memiliki induk organisasinya minimal kantornya harus di Ibukota Negara yaitu Jakarta. tentunya kita sangat berharap organisasi Adat dan kebudayaan seperti MADN dan DAD dapat membantu mencarikan solusi terbaik bagaimana olahraga sumpit ini cepat berkembang dan bisa memiliki induk organisasi di pusat, karena selama ini cuma dari persatuan olahraga sumpit kalbar yang lebih aktif dan kurang mendapat perhatian dari 2 lembaga diatas. 

sebagai langkah awal tentunya harus ada induk organisasi olah raga sumpit untuk mewadahi persatuan-persatuan olahraga sumpit yang ada di daerah-daerah, karena bukan hanya kita di kalimantan saja yang berharap olahraga sumpit ini bisa masuk Olimpiade, namun dari negara-negara diluar negeri yang sudah ada induk organisasinya pun berjuang juga agar olahraga sumpit (blowgun) bisa berlaga di tingkat internasional seperti olimpiade.

Saturday, April 7, 2012

Makanan khas suku dayak menyuke kalimantan barat


Dange Cake
Dange Cake

Indonesia memiliki berbagai macam jenis makanan. Dari gorengan, sup, dan lain-lain, disetiap daerah di indonesia pasti memiliki berbagai macam makanan unik. Kali ini saya akan membahas makanan khas suku dayak dari kalimantan barat tempat kelahiran saya.
Makanan yang saya bahas kali ini adalah makanan yang sering digunakan pada pesta maupun acara adat. Mari mengenal lebih jauh makanan dari tempat kelahiran saya.
Kalo anda mau. Kalau tidak mau juga tidak apa-apa.
1. Lemang/pulut (po'e)
adalah makanan khas dari orang kalimantan barat. Meskipun juga banyak dijumpai makanan serupa diwilayah lain, malaysia juga mempunyai makanan khas lemang. Cara pembuatan lemang ialah dengan memasukan beras kedalam ruas bambu yang di dalam nya dilapisi daun pisang lalu diberi santan, dan bambu di panggang diatas bara api. Rasanya enak dan gurih, aroma nya itu lah yang membuat perut terasa tidak tahan ingin selalu di santap. Biasanya lemang di hidangkan disaat ada pesta perkawinan,syukuran maupun upacara adat.
2. Kue lepet.
Kue lepet adalah kue yang di lipat dengan daun pisang lalu di kukus. Lepet sebenar nya bahasa dayak yang berarti dilipat. Bahan-bahan nya antara lain beras yang di tumbuk sehingga menjadi tepung, kelapa parut, gula merah minyak goreng, dan daun pisang. Cara membuat nya buat adonan dengan tepung lalu masukan ke daun pisang yang sudah ditentukan ukuran nya juga sudah di oles dengan minyak goreng. Lalu buat isian dari kelapa parut dan gula merah cair. Setelah di isi di tutup hingga rata dan selanjutnya dikukus hingga matang. Kue lepet biasanya di hidangkan ketika ada pesta dan upacara adat.

3. Tampi
kue tampi adalah kue yang tidak ada rasa tetapi wajib hadir ketika ada upacara adat. Ukuran nya kecil-kecil bahan membuatnya adalah tepung beras yang di goreng.
4. kue dange
kue yang terbuat dari parutan kelapa, tepung dan gula. Lalu di panggang di pemanggang khusus kue dange. Biasanya kue ini ada di saat pesta maupun biasanya dijual sebagai camilan.

5. Kue lepet pisang
kue yang sama bentuknya dengan kue lepet tetapi bedanya tepung terbuat dari pisang. Isian nya juga pisang lalu di lipat dengan daun pisang, dan dikukus hingga matang. Baunya sedap dan khas. Bertekstur kenyal dan manis pisang kukus. Hmmm membuat saya lapar. Hehehe.... Sebenarnya masih banyak lagi makanan khas di daerah saya tetapi kurangnya informasi maka cuma hanya 5 saja yang saya bahas. Bagi anda semua yang akan berkunjung ke kalimantan barat tidak ada salahnya mencicipi makanan khas suku kami hehehe... Maaf artikel saya tidak menyertakan gambar makanan nya karena sekarang bukan musim pesta dan upacara adat

sumber : yadibagayo.blogspot.com

Sunday, April 1, 2012

Promosikan Wisata Budaya Melalui Desa Sanggu

BUNTOK, KOMPAS.com — Apa ciri khas Kabupaten Barito Selatan (Barsel) yang terletak di Kalimantan Tengah? Ternyata, untuk mengembangkan pariwisata, salah satunya adalah dengan menonjolkan sisi wisata budaya.

"Kami akan mempromosikan berbagai macam kebudayaan yang ada di Barsel, salah satunya tata cara perkawinan adat, upacara keagamaan adat, dan hal-hal lain yang mencerminkan kebudayaan daerah," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Barsel, Su’aib, di Buntok, Minggu (1/4/2012).

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), akan menonjolkan program wisata kebudayaan daerah setempat, untuk mengembangkan pariwisata yang menjadi ciri khas Barsel.
  
Ia mengatakan, salah satu strategi yang digunakannya untuk mengembangkan pariwisata di kawasan setempat yakni dengan cara mempromosikannya melalui media massa dan membuat brosur yang memperkenalkan kebudayaan di Barsel.

Brosur yang dibuat itu nantinya akan dibagikan kepada setiap maskapai penerbangan agar dapat dibagikan untuk para penumpangnya. Intinya menggunakan jasa pihak ke tiga dalam mempromosikan daerah.

"Selain melakukan pembenahan sarana dan prasarana tempat pariwisata yang ada, kami juga akan membuat paket wisata khusus bagi pengunjung atau wisatawan yang berkunjung ke Barsel," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, agar program paket wisata itu dapat berjalan, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan kabupaten atau kota tetangga yang ada di Provinsi Kalteng. Khususnya dalam hal mempromosikan kebudayaan suku Dayak yang ada di Kalteng.

"Tidak hanya itu, dengan teknologi zaman sekarang kami juga sudah mempromosikan Barsel melalui website dan akun jejaring sosial seperti facebook. Sehingga yang melihat juga tidak hanya di Indonesia melainkan dunia," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya masih memiliki beberapa kendala dalam mengembangkan program tersebut, salah satunya akses infrastruktur jalan yang menuju lokasi wisata masih kurang memadai.

Untuk melakukan pengembangan wisata minimal harus memiliki manajemen yang baik, seperti atraksi yang disuguhkan, fasilitas, dan tidak kalah penting akomodasi, serta akses untuk menuju lokasi wisata itu sendiri.

"Saat ini kami hanya mengandalkan obyek wisata yang gampang ditempuh aksesnya. Salah satunya adalah obyek wisata Desa Sanggu," ujarnya.

SUmber : Kompas.Com

Thursday, February 2, 2012

Tradisi Membuat EMPING (PAM dalam bahasa Dayak) Masyarakat Dayak menjelang panen


Ibu-ibu Dayak sedang mengikis/mengaus padi ketan

Ketika mendengar kata Emping, mungkin yang terlintas di benak kita adalah kerupuk melinjo atau sejinisnya. Tapi berbeda dengan Emping yang satu ini, Emping punya masyarakat Dayak. Emping ini terbuat dari padi ketan yang belum matang atau isitlah masyarakat Dayak Seberuang di sebut dengan pulut matak (padi ketan mentah) yang di petik langsung dari ladang. Proses pembuatanya juga terbilang rumit dan unik.
Proses pembuatannya dimulai dengan memilih padi ketan mentah (pulut matak) dari ladang, padi ketan yang di ambil harus yang benar-benar pas tidak boleh terlalu muda dan tidak boleh terlalu tua. Proses ini perlu ketelitian dan keahlian dalam memilihnya dan ini biasanya dilakukan oleh ibu-lbu. Tahap selanjutnya adalah melepaskan buah padi ketan dari tangkainya (seperti digambar). Proses ini tidak seperti yang lazim kita lihat ketika petani selesai panen yang melepaskan padi dari tangkainya. Tahap ini dinamakan ngikis/ngaus sejenis meraut rotan yaitu mengosokkan bambu yang sudah di bentuk ke tangkai padi ketan tadi agar biji-biji padi terlepas dari tangkainya.
Setelah semua biji padi dilepaskan dari tangkainya, tahap selanjutnya adalah memasak biji padi ketan tersebut. Proses memasaknya juga berbeda dengan cara memasak biasa, padi ketan dimasukan ke dalam kuali yang berukuran besar yang muat beberapa gantang. Padi dimasak dengan kuali tanpa campuran apa-apa, di masyarakat Dayak dikenal dengan namanya ngrendang. Setelah kurang lebih 30 menit dimasak, padi ketan diangkat dan didinginkan. Proses memasaknya juga harus pas, tidak boleh mentah dan terlalu masak karna hasilnya tidak bagus.
Selanjutnya padi ketan yang sudah dingin tadi ditumbuk atau ditutuk dalam bahasa Dayak. Alat-alat yang digunakan adalah alat-alat tradisional semua seperti Lesung, Alu, dan Capan. Tahanp ini benar-benar perlu tenaga ekstra untuk menumbuk padi tersebut sampai isi padi ketan (PAM) terpisah dari kulitnya. Dalam tradisi masyarakat Dayak seberuang juga kalau para remaja laki-laki mau menikah harus sudah bisa menumbuk padi minimal 3 orang dalam satu Lesung. Ini merupakan tahap terahir dalam proses pembuatan PAM / Emping masyarakat Dayak. Setelah di tumbuk padi ketan yang sudah jadi PAM (beras ketan muda) di tampi untuk memisahkan dari sampah kulit padinya.
Setelah semuanya selesai baru PAM bisa di santap ramai-ramai bersama keluarga besar, sebelum menyantapnya juga ada prosesi adat sebagai bentuk rasa syukur karena telah tibanya musim panen. Rasanya yang enak dan empuk dikunyah membuat makanan ini menjadi idola dimasyarakat Dayak. PAM akan lebih terasa nikmat kalau dimakan campur kepala parut dan gula merak.
PAM ini hanya bisa dinikmati satu tahun sekali yaitu pada saat musim panen tiba. Biasanya pembuatannya juga ramai-ramai dalam satu keluarga besar. Ini juga merupakan syarat adat sebelum padi bisa mulai di panen.
*Bonny Bulang Aktivis Ekonomi Kerakyatan dan Masyarakat Adat Dayak

Friday, November 18, 2011

KERUPUK BASAH(TEMET) KHAS KAPUAS HULU

CeritaDayak – Kerupuk Basah, mungkin seklilas terdengar aneh karena dimana-mana kerupuk itu identik dengan kering dan di goreng serta pendamping nasi. Atau mungkin ada yang mengira kerupuk yang sudah di lumuri dengar air seperi yang di campur dalam bubur. 

Akan tetapi berbeda dengan makanan khas Kapuas Hulu Kalimantan Barat ini, Kerupuk Basah adalah makanan sejenis Siomay  (jawa), Empek-empek (Palembang) yang terbuat dari ikan-ikan sungai.

Kerupuk basah biasa dibuat dengan bahan dasar ikan air tawar. Namun, jenis ikan yang paling lezat di lidah adalah belidak. Ikan ini banyak dijumpai di Danau Sentarum. Danau yang juga menawarkan keindahan dengan bergam species ikannya. Cara meraciknya sederhana. Sebelum diolah, belidak dibedah terlebih dahulu untuk memisahkan bagian daging dengan tulang. Setelah itu, daging ikan digiling,  lalu dicampur bumbu sahang, bawang putih, dan garam secukupnya. Daging ikan dan bumbu lantas dicampur tepung kanji. Dibentuk selinder memanjang baru direbus. 

Makanan ini terbilang unik dan sederhana tapi tidak rasanya yang makyos dan luar biasa. Biasanya Kerupuk Basah di sajikan dengan sambal. Di kalangan Masyarakat Kapuas Hulu khusunya Danau Sentarum makanan ini sangat popular dan seabagi penyajian utama ketika ada tamu. 

Tapi sayang makanan unik nan lezat ini hanya bias di temui di Danau Sentarum, jadi buat sahabat Cerita Dayak kalau mau menikmati makanan yang satu ini silahkan kunjungi Danau Sentarum Kapuas Hulu. Tempat ini berjarak kurang lebih 700 KM dari ibukota provinsi Kalimantan Barat Potnianak.*BB

Wednesday, September 14, 2011

Tempoyak, masakan lezat berbahan durian

Tempoyak, masakan lezat berbahan durian Tempoyak adalah bumbu masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Dapat dimakan langsung, menjadi bumbu masakan atau bisa juga menjadi teman nasi. Di Indonesia, tempoyak ini dijumpai di Sumatera dan Kalimantan, biasanya di buat oleh orang-orang Melayu dan juga Dayak. Di Malaysia, tempoyak banyak dijumpai dan biasa menjadi bahan masakan pelengkap seperti sambal. Dulu ketika masih kost, temanku yang orang Dayak Kalbar pulang dari kampungnya membawa tempoyak di botol aqua, bau durian agak asem. Rasanya enak, manis agak asem dan agak asin. Kalau digoreng, mengeluarkan bau harum sekali. Bagi yang alergi bau durian, mungkin ini akan menyiksanya. Cara membuat Siapkan daging durian bisa durian lokal atau bisa juga menggunakan durian monthong namun kurang bagus karena terlalu banyak gas dan air. Pilih durian yang sudah masak benar, biasanya yang sudah nampak berair. Pisahkan daging dari biji. Beri garam sedikit. Bisa ditambah cabe rawit yang bisa mempercepat proses fermentasi. Namun proses fermentasi tidak bisa terlalu lama karena akan mempengaruhi rasa akhir. Simpan dalam tempat yang tertutup rapat. Usahakan disimpan dalam suhu ruangan. Bisa juga dimasukkan ke dalam kulkas (bukan freezernya) namun fermentasi akan berjalan lebih lambat. Tempoyak yang berumur 3-5 hari cocok untuk dibuat sambal karena sudah masam namun masih ada rasa manis di sana.
Sambal tempoyak
Bahan-bahan :
– Tempoyak
- Bawang merah, haluskan
– cabe merah, haluskan
– Gula pasir – Garam
– Tomat merah
- Minyak goreng untuk menumis
- Teri basah (optional)
Cara membuat:
– Tumis bumbu halus (bawang merah dan cabe merah) sampe harum.
– Masukkan tomat, aduk sampe layu. masukkan teri basah. aduk rata.
– Masukkan garam dan gula pasir. aduk rata.
– Masukkan tempoyak. aduk rata sampai masak (biasanya meletup letup dan wangi).
- Angkat dan sajikan.
Gulai Tempoyak Ikan Tenggiri
Bahan-bahan:
2 ons tempoyak
2,5 ons daging ikan tenggiri
Cabe
Bumbu untuk membuat gulai lengkap
Santan kelapa
Cara membuat:
Bumbu gulai digiling halus
Santan kelapa dimasak hingga mendidih
Masukkan bumbu2 halus tadi, daging ikan dan tempoyak Masak hingga matang, Angkat dan hidangkan
Sambal Tempoyak Udang Petai
Bahan-Bahan:
1 mangkuk tempoyak
1 mangkuk udang basah
1 mangkuk santan
1 mangkuk air
1 mangkuk petai buang kulitnya
20 biji cabe merah besar
1 potong kunyit
5 helai daun kunyit – diiris
Sebiji bawang besar diiris
Sedikit garam
Cara membuat:
Cabe merah dan kunyit ditumbuk hingga halus Masukkan ke dalam kuali bersama tempoyak, santan dan air. Masakkan hingga mendidih. aduk rata Masukkan udang, petai dan bawang. Masukkan garam dan masak hingga agak pekat. Aduk selalu agar masak merata Angkat dan siap dihidangkan
Pepes Tempoyak Ikan Patin
Bahan:
1 ekor ikan patin segar, bersihkan (kalo bisa yang masih hidup), belah 2 bagian
2 btg serai dipekprek
2 lbr daun salam 6 cm
laos, dipekprek bagi 2
4 lbr daun pisang utk pembungkus ( 1 bagian ikan dibungkus 2 lembar)
4 bh tusuk sate kecil / lidi (untuk penyemat)
Tempoyak secukupnya
Bahan untuk dihaluskan :
10 bh cabe merah + 5 bh cabe rawit 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 6 btr bwg merah 1 btr bwg putih Garam, gula, boleh ditambah penyedap rasa sedikit saja
Cara membuat:
– Haluskan bahan-bahan di atas, lalu ambil sedikit tempoyak yg sudah jadi, campurkan dengan bumbu halus itu.
– Cicipi, sudah pas atau tidak, manis dan asinnya (pasti asamnya sudah pas karena dari tempoyaknya)
– Ambil 2 lembar daun utk membungkus taruh bumbu halus, lalu taruh 1 bagian ikan, lumuri lagi ikan dengan bumbu, beri 1 btg serai, 1 lbr salam, lalu bungkus dan sematkan lidi.
– Lakukan yg sama dengan 1 bgn ikan yg lain, jadi bumbu halusnya dibagi 2 saja.
– Diamkan semalaman di kulkas, besoknya, dikukus sampai matang +/- 20 menit, api sedang, lalu taruh di teflon,
panggang sebentar saja, agar kering, siap dihidangkan.
Selamat mencoba
Masak Ikan Patin Tempoyak (ala malaysia)
Bahan-bahan:
Satu ekor ikan patin, ukuran sedang
2 ruas kunyit, ditumbuk halus
6 biji bawang merah, ditumbuk halus
15 biji cabe rawit, ditumbuk halus
2 senduk tempoyak
1 biji timun cina, dipotong dadu
2 ikat daun kesum
2 ikat bunga kantan sedikit asam keping
3 cawan air atau tergantung selera
garam secukupnya
gula secukupnya
Cara membuat:
– Ikan disiang dan dilumuri dengan asam jawa & jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis ikan selama 1 jam. – Kunyit, bawang merah dan cabe rawit ditumbuk halus dan dicampurkan dengan tempoyak, aduk rata.
– Masukkan ke dalam kuali yang sudah diisi air, aduk hingga rata.
– Masukkan asam keping,
– Masak di atas api selama 3 menit, lalu masukkan ikan yang terlebih dahulu dibersihkan
- Masukkan bunga kantan, daun kesum dan timun cina dan garam,
- Kalau terlalu pedas, dapat ditambahkan gula sedikit.
(untuk 4 org makan)
Sambal Udang Tempoyak Durian
Bahan:
20 buah udang ukuran sedang dibersihkan
2 sendok sayur cabe yang sudah dihaluskan
2 sdm Tempoyak Duren
6 buah cabe rawit utuh
3 siung bawang Putih haluskan
1 sdm gula putih Minyak secukupnya
Garam secukupnya
Cara membuat:
– Campur bawang putih yang sudah digiling dg cabe halus,
– Goreng udang sampai berubah warna dan angkat,
– Masukkan bawang putih yg sudah tercampur dg cabe di minyak sisa penggorengan Udang,
- Masukkan udang, tempoyak, gula dan garam.
- Masak hingga matang, agak pekat
- Angkat dan siap dihidangkan
Sambal Tempoyak (Masakan Tradisonal Bengkulu)
Bahan:
* Tempoyak 200 gram
* 5 butir bawang merah
* 2 cm kunyit
* 2 cm lengkuas
* 1 tangkai serai, dimemarkan
* 250 gram udang, kerat punggungnya
* 500 ml santan
* 1/2 sendok teh garam
* 1/4 sendok teh gula
Cara membuat : – Haluskan bawang merah, kunyit, dan lengkuas lalu aduk dengan bahan lainnya
- Didihkan sampai matang
Ayam Masak Tempoyak (ala malaysia)
Bahan-bahan:
½ ekor ayam
3biji bawang merah
4 sudu besar tempoyak
½ inci kunyit
10 biji cabe rawit
Garam secukupnya
Sehelai daun kunyit
Penyedap rasa secukupnya
Cara membuat:
– Potong ayam, bersihkan dan rebus selama 10 menit
- Kisar bawang, tempoyak, kunyit dan cili api,
– Apabila ayam sudah empuk, masukkan bahan yg telah dikisar.
– Masukan garam dan daun kunyit, biarkan pekat dan bolehlah dihidang.
Sambal Tempoyak Ikan Bilis
Bahan:
100g ikan bilis
3 sendok tempoyak
2 sendok minyak goreng
Garam secukupnya
Bahan sambal:
10 buah cabe rawit
2 sendok saus cabe
2cm potong kunyit,haluskan
2 tangkai lemon grass, hancurkan
2 sendok santan kelapa
10 biji petai dibuang kulitnya
Cara membuat:
- Buang kepala dan isi perut ikan bilis, cuci dan rendam 10 menit
- Goreng hingga agak kering
- Campurkan 2 sendok tempoyak, santan dan semua bahan sambal.
– Tumis bahan sambal, tambahkan lemon grass sampai harum
- Masukkan sisa tempoyak (yang 1 sendok lagi), masak sampai mendidih dan agak pekat.
- Boleh ditambahkan garam atau penyedap rasa secukupnya
– Hidangkan bersama ikan bilis yang telah digoreng kering
Ikan Bakar Tempoyak
Bahan-Bahan:
5 Ekor Ikan Kembung
7 biji cabe rawit
3 biji bawang merah
1 biji bawang putih
Garam secukupnya
Serbuk kunyit secukupnya
2 sendok besar tempoyak (atau secukupnya)
5 helai daun kunyit
1 helai daun pisang
Cara membuat:
Cabe rawit,bawang merah,bawang putih ditumbuk halus.Campurkan garam, serbuk kunyit dan tempoyak aduk atau ulek sampai rata. Letakkan ikan di atas sehelai daun kunyit, oleskan bahan yang sudah dihaluskan tadi secara merata pada ikan, lalu gulung. Letakkan gulungan ikan ke atas bara api, alasi dengan daun pisang. Bakar sampai matang
Catatan: Boleh juga membakar ikan tadi di dalam kertas alumunium atau dalam microwave.
Daun Singkong Masak Tempoyak
Bahan-Bahan:
5 ikat pucuk singkong (direbus dan dipotong-potong)
130 gm udang basah yang telah dibersihkan
2 liter santan
100 gm tempoyak
2 helai daun kunyit (dihiris halus)
Garam & penyedap rasa secukupnya
Bahan-bahan dihaluskan: 40 gram bawang merah 25 gram kunyit 1 ikat serai, dimemarkan 10 gram cabe rawit Cara membuat: Masukkan semua bahan-bahan di dalam panci kemudian jerangkan di atas api yang sedang sambil diaduk hingga mendidih dan pekat.
Ikan Betutu Masak Tempoyak
Bahan-Bahan:
Seekor ikan betutu – ukuran sedang
60 gram tempoyak
4siung bawang putih – diiris
2 siung bawang besar – diiris
1 buah tomat – di potong jadi empat
2 biji cabe merah – dibelah dua
1 batang serai – dimemarkan
1 keping asam keping
1 sudu serbuk kunyit
6 biji cili padi – ditumbuk
½ biji kelapa – diambil santannya
Garam dan gula secukupnya
Cara:
Tumis bawang putih dan bawang besar yang telah dikisar sehingga garing. Masukkan air dan biarkan mendidih. Masukkan serai, asam keping, tempoyak, tomato, cili merah, santan, garam dan gula secukupnya dan biarkan beberapa menit. Masukkan ikan dan kecilkan api. Masak hingga matang. Setelah ikan masak, angkat untuk dihidangkan.
Tempoyak Jantung Pisang
Bahan-Bahan:
1 biji jantung pisang, ukuran sedang, iris tipis
3 helai daun kunyit – diiris
1 mangkuk santan kental
1 mangkuk tempoyak
Garam secukupnya
Gula secukupnya (jika dirasa terlalu masam akibat tempoyak atau terlalu pedas)
Bahan untuk haluskan:
10 biji cabe rawit
1 batang xabe merah
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
½ inci kunyit
1 batang serai, dimemarkan
Cara membuat:
Masukkan bahan yang telah dihaluskan dan santan kedalam kuali / panci – didihkan. Masukkan tempoyak, aduk rata. Masukkan jantung pisang dan garam. Aduk dan biarkan hingga kental. ==============
Pepes Ikan Mas Tempoyak
Bahan
1 ekor ikan mas
3 sendok makan santan kental
Daun pisang untuk pembungkus
1 ons tempoyak Bumbu
20 buah cabe rawit
10 buah cabe merah
1 ruas jari kunyit
1 batang serai Daun salam,
daun kunyit secukupnya
Garam dan bumbu penyedap secukupnya
Cara membuat – Bersihkan ikan, cuci lalu ditiriskan. – Kunyit, serai, cabe merah, cabe rawit digiling halus Lalu campurkan dengan tempoyak, santan kental, bumbu penyedap, daun kunyit dan daun salam. – Campurkan ikan dengan bumbu-bumbu tersebut lalu bungkus dengan daun pisang – Bakar dengan api arang sampai matang – Keluarkan dari daun, dihidangkan dengan piring ceper.

Saturday, June 18, 2011

Rotan, Kuliner Orang Dayak


Selama ini, kita mengenal rotan hanya sebagai tanaman yang biasa diolah menjadi barang kerajinan seperti meubel atau tikar. Ternyata, rotan juga bisa dimakan, loh! Suku Dayak di Kalimantan menjadikan rotan muda sebagai bahan makanan khasnya.

Rotan banyak dikonsumsi oleh warga Dayak di wilayah Palangkaraya dan wilayah lain di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Karena itu, disana kita bisa menemukan para pedagang yang berjualan rotan muda, atau bisa juga disebut umbut rotan, di sentra penjualan sayuran di pusat Kota Palangkaraya.

Rotan muda bisa ditemukan di beberapa pasar, seperti di pasar depan kantor Pekerjaan Umum (PU) Kalteng, serta di Pasar Pagi Jalan Sumatera, Palangkaraya. Di sana, rotan yang telah dikupas kemudian diikat-ikat kecil. Harganya rata-rata 5 ribu rupiah per ikat.

Sebelum diolah menjadi sayur, rotan muda terlebih dahulu dibersihkan dan dibuang kulitnya. Proses pembersihan ini agak sulit karena ada duri-durinya. Bagian dalamnya yang agak lunak dipotong kecil-kecil agar lebih mudah dikonsumsi.

Rotan muda dimasak dengan mencampurnya dengan terong asam, potongan-potongan ubi keladi, dan ditambah bumbu-bumbu. Rasanya gurih, renyah,dan agak kepahit-pahitan. Untuk menemani sayur rotan ini, menu yang disarankan adalah ikan bakar. Misalnya ikan patin dan baung.

Rotan biasanya didapat dari tepian sungai atau kawasan hutan. Karena bahan bakunya yang tidak terlalu banyak dan proses pembersihan yang agak berat, menu rotan muda hanya bisa ditemukan di beberapa restoran atau rumah makan khas Kalimantan Tengah. Namun, akan lebih mudah lagi ditemukan di wilayah pedalaman, di lingkungan suku Dayak.

Suku Dayak biasa membuat pojak iyur gai kotok atau tumis rotan muda untuk menggelar upacara adat. Mereka percaya bahwa tumis rotan muda memiliki sejumlah khasiat, yaitu menyembuhkan beberapa penyakit termasuk malaria.

Rotan muda tak hanya disukai oleh masyarakat Dayak, tapi juga para pendatang yang tinggal di Palangkaraya. Rotan paling sering disajikan untuk tamu dari luar Kalimantan Tengah.

Kalau ke Palangkaraya, jangan lupa mencicipi rotan, ya!
 
Copyright © 2009-2013 Cerita Dayak. All Rights Reserved.
developed by CYBERJAYA Media Solutions | CMS
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Flickr YouTube