![]() |
| Foto : Ilustrasi |
Showing posts with label Buah-buahan. Show all posts
Showing posts with label Buah-buahan. Show all posts
Sunday, April 1, 2012
Dayak Punan Tersingkir dari Hutan Adat
SAMARINDA, KOMPAS - Masyarakat Dayak Punan dinilai
menjadi korban dalam konflik lahan dengan perusahaan. Ini menunjukkan
bahwa pemberian izin lokasi kepada perusahaan tidak sesuai prosedur
sehingga masyarakat tersingkir dari hutan adat mereka sendiri.
Hal
itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur Rusman Yaqub
seusai menemui perwakilan masyarakat adat Dayak Punan di Kantor DPRD
Kaltim, Kota Samarinda, Selasa (13/3). ”Ini bukti izin yang dikeluarkan
hanya di atas meja, tetapi tak sesuai realitas di lapangan. Seharusnya
pemerintah tahu, di areal itu ada masyarakat adat yang tinggal,” kata
Rusman.
Masyarakat Dayak Punan dari Desa Punan Dulau dan Desa
Ujang, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, ini mengadu ke DPRD Kaltim
terkait pencaplokan hutan adat mereka seluas 68.000 hektar oleh
perusahaan kayu PT Intracawood Manufacturing. Sebelumnya, mereka
melaporkan hal serupa ke Kantor Gubernur Kaltim.
Rusman
mengungkapkan, meskipun PT Intracawood Manufacturing sudah mengantongi
izin hak pengusahaan hutan (HPH) yang diterbitkan pemerintah pusat bukan
berarti hak masyarakat diabaikan.
”Masyarakat Dayak Punan itu
sudah lebih dulu tinggal di sana sebelum perusahaan masuk. Seharusnya
mereka ditanyai, ini malah perusahaan cari jalan pintas,” tutur Rusman.
Rencananya,
DPRD Kaltim akan memanggil Dinas Kehutanan Kaltim, Pemerintah Kabupaten
Bulungan, dan perwakilan PT Intracawood Manufacturing untuk
menyelesaikan persoalan konflik lahan di Desa Punan Dulau dan Ujang ini.
”Minggu depan kami akan agendakan pertemuannya,” ucap Rusman dan Iwan.
Intracawood
mulai merambah hutan adat Punan Dulau dan Ujang sejak 1988. Dengan
berbekal izin HPH dari Kementerian Kehutanan, mereka menguasai hutan
adat Dayak Punan tanpa ada sosialisasi dan persetujuan dari masyarakat
setempat.
Kepala Lembaga Adat Dayak Punan Kecamatan Sekatak Jonidi
Apan mengungkapkan, setelah perusahaan masuk, masyarakat Dayak Punan
tidak lagi dapat berburu dan terpaksa menanam singkong dan menangkap
ikan di sungai untuk memenuhi kebutuhan hidup. Padahal Dayak Punan
merupakan suku yang biasa berburu dan meramu.
Mukhlis, Pelaksana
Divisi Kehutanan Departemen Kelola Sosial PT Intracawood, mengakui,
larangan berburu dan pemanfaatan hasil hutan yang dipasang perusahaan
bukan ditujukan untuk masyarakat adat Dayak Punan, melainkan untuk warga
dari luar Punan Dulau dan Ujang.(ILO)
Sumber : Kompas.com
Monday, November 21, 2011
Gua Tengkorak, Kalimantan Timur
GUA TENGKORAK & LOJANG
Goa ini terletak di sebuah tebing kapur tegak desa Kesungai, Batu Sopang, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur. Berada 4 km dari tepi jalan trans Kalimantan Km-130 Balikpapan-Banjarmasin. Kalau anda faham Air Terjun Gunung Rambutan kira2 hanya 10 km dari sana.
Goa Tengkorak adalah sebuah lubang di tebing pada ketinggian 20 meter. Lubang tsb. memiliki tinggi sekitar 1,5 meter, lebar 2 meter, panjang 3 meter. Di ujung lubang terdpt lorong dgn lubang sempit yg harus dimasuki dgn merayap didalam dijumpai ruangan lain yg cukup luas dgn panjang kira2 10 meter dan tinggi 20 meter. Disana ada ornament gua yg cukup bagus. Lubang diatap gua, merupakan jalur laluan air yg membentuk lubang gua tsb. dan rekahan2nya membentuk stalagtit.
Goa ini terletak di sebuah tebing kapur tegak desa Kesungai, Batu Sopang, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur. Berada 4 km dari tepi jalan trans Kalimantan Km-130 Balikpapan-Banjarmasin. Kalau anda faham Air Terjun Gunung Rambutan kira2 hanya 10 km dari sana.
Goa Tengkorak adalah sebuah lubang di tebing pada ketinggian 20 meter. Lubang tsb. memiliki tinggi sekitar 1,5 meter, lebar 2 meter, panjang 3 meter. Di ujung lubang terdpt lorong dgn lubang sempit yg harus dimasuki dgn merayap didalam dijumpai ruangan lain yg cukup luas dgn panjang kira2 10 meter dan tinggi 20 meter. Disana ada ornament gua yg cukup bagus. Lubang diatap gua, merupakan jalur laluan air yg membentuk lubang gua tsb. dan rekahan2nya membentuk stalagtit.
GOA ini berisi 35 tengkorak kepala dan ratusan tulang yg merupakan sisa jazad nenek moyang warga setempat. Untuk masuk kedalam ruangan kedua, tak pelak lagi badan menyenggol jazad2 ini krn sempitnya laluan. Untungnya tak banyak tangan2 jahil yg menganggap ini sebagai cendera mata. Tidak ada penjaga disana. Umur dari jazad tsb kurang diketahui dgn jelas. Beberapa kuburan diluar menggunakan aksara Arab.
Suatu keanehan yg saya rasakan sendiri dan sulit utk percaya, bahwa bau harum kuat tercium disekitar ini, masalahnya anggota keluarga2 lain menyangkal adanya bau2an spt itu. Saya mencari tahu asal bau2an tapi tak mendptkan asalnya. Saya sangat penasaran kalau2 ada penciuman saya yg salah. Saya berpikir positif saja mungkin ini semacam ungkapan "kasat mata" selamat datang,.Alhasil, perjalanan masuk kedlm lorong gua bisa dilanjutkan.
Goa ini berada di pinggiran desa yg menyeberangi dua sungai sejauh 500 meter menggunakan jembatan gantung yg cukup baik dan terlihat terawat. Untuk mencapai tebing, terdapat tangga naik yg aman utk dinaiki.
Tak jauh dari Gua Tengkorak terdapat gua lain bernama Gua Lojang, sebuah gua kapur lainnya dgn dalam sekitar 400 meter. Goa Lojang, terletak satu kilometer dari Goa Tengkorak, juga berada di tengah sebuah tebing tegak bukit kapur setinggi kurang lebih 30 meter. Goa ini memiliki ruangan yg amat besar seperti gua Niah. Mulut goa terletak di ketinggian dan utk mencapai nya tersedia anak tangga. Kalau baru pertama kalinya masuk kedlm jenis gua spt ini, kita akan takjub berada ditengah kegelapan abadi di dlm ruangan yg sangat-sangat besar. sayang kamera tdk bisa mendptkan citra kekhususan tsb. tanpa persiapan dgn lampu2 ribuan watt utk mencapai seluruh bagian dlm waktu yg bersamaan.
Archiaston Musamma - Doha
Suatu keanehan yg saya rasakan sendiri dan sulit utk percaya, bahwa bau harum kuat tercium disekitar ini, masalahnya anggota keluarga2 lain menyangkal adanya bau2an spt itu. Saya mencari tahu asal bau2an tapi tak mendptkan asalnya. Saya sangat penasaran kalau2 ada penciuman saya yg salah. Saya berpikir positif saja mungkin ini semacam ungkapan "kasat mata" selamat datang,.Alhasil, perjalanan masuk kedlm lorong gua bisa dilanjutkan.
Goa ini berada di pinggiran desa yg menyeberangi dua sungai sejauh 500 meter menggunakan jembatan gantung yg cukup baik dan terlihat terawat. Untuk mencapai tebing, terdapat tangga naik yg aman utk dinaiki.
Tak jauh dari Gua Tengkorak terdapat gua lain bernama Gua Lojang, sebuah gua kapur lainnya dgn dalam sekitar 400 meter. Goa Lojang, terletak satu kilometer dari Goa Tengkorak, juga berada di tengah sebuah tebing tegak bukit kapur setinggi kurang lebih 30 meter. Goa ini memiliki ruangan yg amat besar seperti gua Niah. Mulut goa terletak di ketinggian dan utk mencapai nya tersedia anak tangga. Kalau baru pertama kalinya masuk kedlm jenis gua spt ini, kita akan takjub berada ditengah kegelapan abadi di dlm ruangan yg sangat-sangat besar. sayang kamera tdk bisa mendptkan citra kekhususan tsb. tanpa persiapan dgn lampu2 ribuan watt utk mencapai seluruh bagian dlm waktu yg bersamaan.
Archiaston Musamma - Doha
Monday, November 21, 2011
Sunday, September 25, 2011
Bawang Dayak sebagai Obat Anti Kanker
Bawang Dayak mempunyai nama latin Eleutherina americana. Dikenal juga dengan sebutan bawang mekah, bawang seberang atau bawang arab. Bawang Dayak merupakan obat alamiuntuk mengatasi berbagai penyakit degeneratif. Bawang Dayak adalah salah satu spesies tumbuhan berbunga dan berumbi di hutan Kalimantan yang biasa digunakan oleh masyarakat pedalaman menjadi obat/ramuan tradisional.
Bawang Dayak secara empiris banyak digunakan dalam pengobatan herbal dan terbukti berhasil dengan baik dalam proses penyembuhan. Pengalaman menunjukkan tanaman ini dapat meningkatkan efek farmakologi khasiat tanaman herbal lain.
Bawang Dayak ini tumbuh di pegunungan pada ketinggian 600 – 2.000 m dpl. Di Kalimantan Barat bawang dayak ditanam pada ketinggian 1 – 200 m dpl, dengan pH tanah 6 – 7.
Tanah Subur dan struktur remah, kandungan bahan organiktinggi, pertanaman terluas dilakukan di lahan gambut dengan produksi yang cukup baik dapat mencapai 5 ton/ha. Bagian yang ditanamadalah umbinya dan yang bermanfaat sebagai obat kanker payudara. Selain itu daunnya juga bermanfaat sebagai pelancar air susu ibu (ASI). Bentuk dan warna bawang ini mirip dengan bawang merah.
Bagian bawang membentuk rumpun, termasuk tanaman perdu. Dalam waktu 6 bulan umbi sudah bisa diambil dengan tinggi sekitar 20 cm. Tanaman ini menghendaki tanah yang gembur subur dengan campuran bahan organik dengan jarak tanam 15 x 20 cm. Bawang dayak ini dapat dipanen dengan tanda tanaman sudah mengeluarkan bunga.
Bawang dayak mempunyai kandungan kimia yang terdiri dari senyawa-senyawa Alkaloidd, Saponon Triterfenoid, Steroid, Glikosida, Tanin, Fenolik dan Flavonoid.
Dari pengalaman beberapa penderita kanker payudara, benjolan sebesar kelereng dapat disembunyikan dengan mengkonsumsi bawang dayak.
Bawang dayak dikombinasi dengan tanaman herbal lain (kunyit putih atau mahkota dewa) terbukti mampu mengatasi berbagai penyakit antara lain keluhan prostat, kanker kista, payudara/rahim, gangguan haid, asam urat, nyeri otot dan sendi (arthritis), nyeri pinggang, dispepsia (nyeri, mual, kembung), radang usus, maag, gastritis, gangguan lever, dan hepatitis, gangguan kemih (tidak lancar, nyeri/anyang-anyang, berdarah), diabetes, hipertensi, obesitas (kegemukan), gangguan seksual (lemah syahwat, ejakulasi dini, kurang gairah), ashma/bronkhitis, sinusitis, tonsilitis, gondok, pengapuran, menghambat proses penuaan dan peremajaan sel-sel dan metabolisme dalam tubuh, meningkatkan stamina dan vitalitas (olah raga/bekerja), daya tahan tubuh, serta berkhasiat sebagai anti infeksi, anti bakteri, anti radang serta membersihkan darah.
Cara pemakaian untuk kanker :
1. Cuci 5 – 7 siung bawang dayak diiris tipis, direbus dengan 5 gelas air tinggal 3 gelas.
2. Air diminum 3 x sehari
3. Untuk hari ke – 2, rebusan dapat ditambah air dan direbus kembali.
4. Untuk penyembuhan kanker payudara dilakukan dengan mengkonsumsi selama 40 hari berturut-turut dan jika belum sembuh dapat dilanjutkan seminggu kemudian, selama 40 hari lagi.
5. Selama pengobatan dihindari memakan makan berupa vetsin, lemak, daging dagingan, dan yang mengandung fermentasi seperti tape, tempe, dan soft drink mengandung alkohol, dan gas.
Bawang Dayak secara empiris banyak digunakan dalam pengobatan herbal dan terbukti berhasil dengan baik dalam proses penyembuhan. Pengalaman menunjukkan tanaman ini dapat meningkatkan efek farmakologi khasiat tanaman herbal lain.
Bawang Dayak ini tumbuh di pegunungan pada ketinggian 600 – 2.000 m dpl. Di Kalimantan Barat bawang dayak ditanam pada ketinggian 1 – 200 m dpl, dengan pH tanah 6 – 7.
Tanah Subur dan struktur remah, kandungan bahan organiktinggi, pertanaman terluas dilakukan di lahan gambut dengan produksi yang cukup baik dapat mencapai 5 ton/ha. Bagian yang ditanamadalah umbinya dan yang bermanfaat sebagai obat kanker payudara. Selain itu daunnya juga bermanfaat sebagai pelancar air susu ibu (ASI). Bentuk dan warna bawang ini mirip dengan bawang merah.
Bagian bawang membentuk rumpun, termasuk tanaman perdu. Dalam waktu 6 bulan umbi sudah bisa diambil dengan tinggi sekitar 20 cm. Tanaman ini menghendaki tanah yang gembur subur dengan campuran bahan organik dengan jarak tanam 15 x 20 cm. Bawang dayak ini dapat dipanen dengan tanda tanaman sudah mengeluarkan bunga.
Bawang dayak mempunyai kandungan kimia yang terdiri dari senyawa-senyawa Alkaloidd, Saponon Triterfenoid, Steroid, Glikosida, Tanin, Fenolik dan Flavonoid.
Dari pengalaman beberapa penderita kanker payudara, benjolan sebesar kelereng dapat disembunyikan dengan mengkonsumsi bawang dayak.
Bawang dayak dikombinasi dengan tanaman herbal lain (kunyit putih atau mahkota dewa) terbukti mampu mengatasi berbagai penyakit antara lain keluhan prostat, kanker kista, payudara/rahim, gangguan haid, asam urat, nyeri otot dan sendi (arthritis), nyeri pinggang, dispepsia (nyeri, mual, kembung), radang usus, maag, gastritis, gangguan lever, dan hepatitis, gangguan kemih (tidak lancar, nyeri/anyang-anyang, berdarah), diabetes, hipertensi, obesitas (kegemukan), gangguan seksual (lemah syahwat, ejakulasi dini, kurang gairah), ashma/bronkhitis, sinusitis, tonsilitis, gondok, pengapuran, menghambat proses penuaan dan peremajaan sel-sel dan metabolisme dalam tubuh, meningkatkan stamina dan vitalitas (olah raga/bekerja), daya tahan tubuh, serta berkhasiat sebagai anti infeksi, anti bakteri, anti radang serta membersihkan darah.
Cara pemakaian untuk kanker :
1. Cuci 5 – 7 siung bawang dayak diiris tipis, direbus dengan 5 gelas air tinggal 3 gelas.
2. Air diminum 3 x sehari
3. Untuk hari ke – 2, rebusan dapat ditambah air dan direbus kembali.
4. Untuk penyembuhan kanker payudara dilakukan dengan mengkonsumsi selama 40 hari berturut-turut dan jika belum sembuh dapat dilanjutkan seminggu kemudian, selama 40 hari lagi.
5. Selama pengobatan dihindari memakan makan berupa vetsin, lemak, daging dagingan, dan yang mengandung fermentasi seperti tape, tempe, dan soft drink mengandung alkohol, dan gas.
Sunday, September 25, 2011
Thursday, August 25, 2011
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)













